Selasa, 16 Desember 2008

Fermentasi Anaerobik

Kisah ini menceritakan kehidupan 2 anak yang sedang Labtk Modul 1.2.03 FERMENTASI

Pada suatu ketika, hiduplah 2 orang anak dalam perjalanan menempuh petualangan Teknik Kimia bernama Labtek TK Bioproses. Keduanya telah menempuh beberapa petualangan, hingga akhirnya sampai di petualangan terakhir yaitu FERMENTASI.

Petualangan ini di mulai dengan pembicaraan awal dengan Dosen, Mr. Ronny. Di sana , mereka melakukan perbincangan panjang hingga menempuh kurang lebih 4 jam. Apa saja yang dibahas? Semuanya tentang FERMENTASI khususnya FERMENTASI ANAEROBIK. Modul pertama fermentasi anaerobik.

Petualangan kedua anak TK ini pun berlanjut. Hari Jumat, hari itu keduanya mengukur bermacam-macam bubuk-bubuk ajaib untuk medium fermentasi. Liat buku resep ini dan itu, akhirnya liat buku resep sakti P' Komar. Analisa ini analisa itu akhirnya kami telah berhasil melakukan sterilisasi alat dan bahan. Tapi, naasnya keduanya lupa atau salah terpikirkan tentang hal yang sangat urgent, BLANKO.

(narator : Blanko adalah larutan ajaib yang bakal dijadikan patokan dalam semua analisa dalam fermentasi ajaib. Jika keduanya tidak membuatnya, apa yang akan terjadi?)

Tidak hanya itu, dengan bodohnya salah satu anak salah mengencerkan larutan medium inokulum. ( Inokulum makanan apa lagi itu? ). Inokulum merupakan kumpulan mikroorganisme yang bakal dijadikan pekerja-pekerja yang bakal mencurahkan hidupnya untuk proses. Dalam hal ini, inokulumnya adalah ragi Saccharomyces cerevisiae dan prosesnya adalah fermentasi anaerobik menjadi etanol. Ya, dua kali lebih encer dari yang disuruh.

Hari senin pun berlanjut, kami melanjutkan membuat inoukulum. Keduanya baru tersadar akan kesalahan pengenceran. Merasa madesu (masa depan suram), keduanya bersikukuh tetap menjalankannya saja.

Hari yang ditunggu-tunggu pun datang, kedua anak TK berjalan menuju suatu chamber berisi fermentor (Bagi yang belum tahu, fermentor itu tidak sama dengan dementor). Ya, keduanya meminta bantuan P'Komar untuk menyusun alat dan memasukkan inokulum. Dan keduanya lagi-lagi lupa, atau tidak sadar karena melihat aksi P'Komar, bahwa mereka lagi-lagi tidak membuat BLANKO. Karena inokulum sudah dimasukkan.

Keduanya mengalami depresi tingkat tinggi dengan petualangannya. Hingga akhirnya, salah satu anak melapor kepada Mr. Ronny. Dan di sana, terjadi kebingungan hebat atas kelakuan dua anak bodoh tersebut. Akhirnya disebutkan bahwa, mereka harus membuat air ajaib (narator: ya elah, cuman air yang direbus trus diatur suhunya buat suam-suam kuku doank kale, ckckck). Mr. Ronny memberikan RPK (Ragi Pilih Kasih; narator: ini sebutan untuk ragi sakti yang diberikan oleh teman-teman yang mengalami petualangan ini) yang dimasukkan kedalam air ajaib. Dan RPK itu dimasukkan ke dalam fermentor.

(narator: Mw tahu bentuk fermentor? Kita lihat di bawah ini) (narator: buatan sendiri loo, narsis mode on)

Hati kedua anak ini sudah lemas, jatuh, desperate, kacau, marah, gundah, dan blah blah blah. Salah satu anak ini kecapaian dan akhirnya kembali ke base camp untuk sementara waktu. Sementara, anak satu lagi tetap berjaga bersama teman-temannya yang mengikuti petualangan versi lain.

Tiba-tiba, ibu peri mendatangi ragi-ragi pekerja RPK di dalam fermentor. Dengan ucapan sihirnya, ia menyemangati para ragi-ragi tersebut. Dan tiba-tiba, mereka mulai bekerja menghasilkan etanol. Etanol, merupakan produk sakti yang dicari-cari. Etanol terbentuk ditandai oleh CO2 terbentuk. Dapat diliat dari gambar di atas, CO2 ditampung di dalam gelas ukur 500 ml.

Anak yang berjaga tadi melihat hal tersebut. tiba-tiba, kekuatan anak itu yang sudah 0 bahkan minus, pun kembali pulih segar bugar senang terharu bagai mendapat anak baru.
(narator: kira-kira di belakang anak ini tiba-tiba ada kembang api, pawai, apa pun lah namanya. Lebaiiiii)
Gelembung demi gelembung pun muncul silih berganti. Memenuhi gelas ukur 500 ml.

Ya, bagaikan anak sendiri, pertama anak itu terlihat luthu dan imut. Beberapa lama kemudian, konflik lain muncul. Ragi-ragi pekerja RPK menjadi hiperaktif. Ya, hiperaktif... menghasilkan CO2 gila-gilaan. Dan anak TK yang berjaga-jaga mulai kebingungan. "Harus bagaimana ini?", kata anak itu. Anak itu pun meminta bantuan. Petualang-petualang lain pun dijadikan teman untuk membantu mengganti gelas ukur.

Kemudian, dengan alat canggih bernama HP, anak TK ini memanggil partnernya. Tuink, beberapa lama-lama kemudian, partnernya datang. Keduanya masih harus bekerja keras sampai ragi-ragi perkerja kelelahan dan akhirnya mengakhiri dirinya karena tidak ada makanan lagi. Kira-kira saat itu pukul 12.00.

Saat itu, anak TK yang berjaga-jaga tadi kembali ke base camp. Mandi, istirahat, dan lain-lain. Kemudian anak Tk ini kembali lagi ke chamber tersebut. Melanjutkan pekerjaan dengan analisis magic lainnya yaitu Somogi Nelson... Luthu banget deh, hasilnya gradasi warna... Keren...

Kira-kira jam 4, semuanya telah selesai dan akhirnya keduanya bisa tidur. Petualangan belum selesai. Mereka masih harus membuat Laporan.

Pembahasan laporan, pun berjalan di mana saat itu ada petualang lain sedang mencoba FERMENTASI juga. Sayang nasibnya juga tidak baik sehingga Mr Ronny juga memberikan RPK.

Hal yang menarik dalam pembahasan laporan adalah Eng Ing Eng, kedua anak tersebut seharusnya menempatkan diri kepada para pekerja tersebut, ya keduanya harus menjelma menjadi ragi dan mengungkapkannya.. Sehingga keduanya harus merevisi laporannya.
(narator: butuh magic spell tingkat tinggi nich, buat berubah jadi mikroba ntuch, hehe. Ya, sampai saat ini laporan revisi belum selesai. kita lihat tanggal mainnya)

To be continued...

0 comments:

Poskan Komentar